CID4-JUL – BERSINERGI BANGUN NEGRI

Kongres keempat versi July diselenggarakan pada tanggal 1 – 4 Juli. Kali ini, Kongres tersebut mengambil pendekatan baru. Dari segi format, Kongres sebelumnya adalah “Diaspora-ke-diaspora”, atau “diaspora-ke-pemerintah”, atau kombinasi keduanya. Apa yang berbeda kali ini adalah bahwa sebuah konvensi publik akan diadakan, yang akan menjadi pertama kalinya sebuah “D to P” – diaspora ke publik – diadopsi.

Secara signifikan, Konvensi tersebut dibuka oleh Presiden Barack Obama. Konvensi ini memfasilitasi sesi “meet and greet” untuk memungkinkan masyarakat untuk bertemu dengan diaspora secara langsung dalam suasana ramah.

Hari kedua dan ketiga (2 dan 3 Juli) menjadi pertemuan internal IDNG dan rapat umum diaspora yang bertujuan untuk membahas dan menentukan arahan strategis diaspora, dan memilih struktur kepemimpinan baru IDNG.

Setelah sambutan pembukaan, untuk pertama kalinya Kongres mengadakan konvensi selama satu hari yang bersifat terbuka untuk umum. Konvensi terdiri dari 12 sesi yang menghadirkan pembicara-pembicara ternama dari berbagai kalangan di Indonesia; pejabat pemerintah, tokoh korporat, pemuka agama, politisi, selebriti, seniman, aktivis, atlet, inovator, akademisi, pemimpin muda, dan lainnya.

Dari Australia juga hadir pembicara & panelis: Iwan Sunito (Sydney), Iwan Wibisono (Melbourne) dan juga pemenang MKR 2016 Tasia dan Gracia (Melbourne). IDN Australia yang dipimpin Andrian Wiguna (Adelaide) juga mempresentasikan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, baik di tingkat National chapters, juga di local-local chapters.
Rangkaian acara Kongres CID4, diakhiri dengan farewell gathering di Bengkel Diaspora yang berlokasi di Sekretariat IDNG di Jakarta, sambil menikmati nasi padang bersama-sama.
Secara keseluruhan, Delegasi Australia mengambil peran penting dan ikut berkontribusi besar bagi suksesnya Kongres Diaspora CID4 kali ini.