CID4-AUG – Dari Diaspora untuk Indonesiaku

IDN versi Augustus diselangarakan pada tanggal 21-22 Augustus 2017 memaparkan berbagai program terobosan nyata untuk pembangunan Indonesia. Program-program itu disampaikan dalam kegiatan Congress of Indonesian Diaspora (CID) 4th Global Summit 2017 di Hotel J.S. Luwansa dari tanggal 21-22 Agustus 2017.

Mengikuti tradisi sebelumnya, kongres Indonesian Diaspora Network bertajuk Global Summit kembali digelar di bulan Agustus. Tidak kurang dari 2000 diaspora yang berasal dari puluhan negara memadati kongres yang berlangsung pada 21-22 Agustus di hotel JS Luwansa.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengakui potensi dahsyat diaspora dan meminta agar para diaspora terus berkontribusi terhadap Indonesia. JK berpesan bila para diaspora membawa ilmu, keahlian, jaringan, investasi, serta remitansi ke Tanah Air maka hal-hal tersebut akan berdampak signifikan terhadap pembangunan di Tanah Air.

Pada hari kedua digelar 32 sesi yang terdiri dari 120 topik bahasan yang dipresentasikan oleh 110 pembicara diaspora yang ahli di bidang masing-masing beserta partnernya. Sesi-sesi tersebut menampilkan strategi serta kontribusi nyata diaspora di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengembangan usaha kecil dan menengah, energi, liveable cities dan teknologi pengembangan, pekerja imigran serta advokasi terhadap diaspora.

Seperti yang dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah ini, Diaspora Australia memberi kontirbusi sesi-sesi dengan topik sebagai berikut: Tourism, Coffee, Bamboo, Culture, IT Education, IT Outsourcing, Health (LUPUS), Cassava plastik and Batik.